Analisis SWOT Komodity Kopi Pada Koprasi Produsen Lodra Mandiri Di Desa Loa Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung
DOI:
https://doi.org/10.58191/jomel.v4i1.226Kata Kunci:
cas conversion cycle , turnover asset ratio dan firm’s growth sales, capital workAbstrak
Pesatnya pertumbuhan startup kopi seperti Fore Coffee, Kedai Kopi Tuku, dan Kopi Kenangan menjadi pesaing serius bagi ritel kopi konvensional seperti Starbucks, Coffee Bean & Tea Leaf, dan Excelso. Hal ini peluang baik untuk Koprasi lodra mandiri yang menjadi salah satu kendaraan bisnis petani kopi dua desa desa loa dan drawati kec. Paseh kab. Bandung. Metode penelitian deskriptif ini penulis ingin memaparkan data-data dan menganalisis data secara objektif serta menggambarkan pengerjaan administrasi dan pelaksanaan marketing pada Koprasi Lodra Mandiri serta ingin mengetahui bagaimana inovasi yang terbaik dalam pengerjaan administrasi dan pelaksanaan marketing tersebut. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan Analisis SWOT untuk penentuan strateginya selain itu peneliti mencoba mengimplementasikan gabungan dari blue ocean strategy dan white ocean strategy . Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan pengumpulan data penelitian. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kekuatan pada Koprasi Lodra Mandiri adalah kualitas produk mereka yang telah teruji baik, kelemehannya adalah dari segi administrasi yang masih kurang terorganisir dengan baik, peluang yang dicapai adalah dengan makin berkembangnya bisnis startup kopi dan ancamannya adalah digitalisasi. Koperasi Produsen Lodra Mandiri Di Desa Loa Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung memiliki banyak keunggulan dari segi pasokan dan bahan baku yang berkualitas akan tetapi dalam proses pemasaran dan proses administrasi masih kurang, ada beberapa cara agar dapat meningkatkan pemasaran serta mengembangkan usaha koperasi Produsen Lodra Mandiri Di Desa Loa Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, salah satunya dengan menerapkan digitalilasasi dan meningkatkan kesadaran produsen tentang pentingnya kemampuan digital.Referensi
Jakarta.
Badan Pusat Statistik. (2020). Jumlah Prosentasi Wanita dan Pria di Indonesia.
Hartini, S., Kurniawati, M., Sulistiawan, J., & Ihwanudin, M. (2022). The Relationship Between White Ocean Strategy, Customer Value, and Customer Engagement. Organizations and Markets in Emerging Economies, 13(1), 96-116.
Kim, W. C., & Mauborgne, R. (2002). Charting your company's future. Harvard business review, 80(6), 76-85.
Kusnita, S., Suwandi, S., Rohmadi, M., & Wardani, N. E. (2019). Preservation Strategy of Malay Folklore in West Kalimantan as a Protection Indonesian Cultural Heritage in the Modernization Era. Opción: Revista de Ciencias Humanas y Sociales, (21), 815-831.
Pesatnya pertumbuhan startup kopi. 2023: Bisnis.com.
Sudirjo, F., Putri, P. A. N., Rukmana, A. Y., & Hertini, E. S. (2023). DURING THE COVID-19 PANDEMIC, SOUTH GARUT DEVELOPED A MARKETING PLAN FOR SANSEVIERIA ORNAMENTAL PLANTS. Jurnal Ekonomi, 12(02), 1066-1075.
Valent, P., Hartmann, K., Schwaab, J., Alvarez-Twose, I., Brockow, K., Bonadonna, P., ... & Metcalfe, D. D. (2022). Personalized management strategies in mast cell disorders: ECNM-AIM user’s guide for daily clinical practice. The Journal of Allergy and Clinical Immunology: In Practice, 10(8), 1999-2012.
Wulan, R., & Ariyani, N. (2024). Digital Marketing Communication Strategy For Sesek Woven Fabrics On A Digital Platform With A Marketing Approach Mix's 8p Sade Village Sasak Tribe Lombok. INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMICS, MANAGEMENT, BUSINESS, AND SOCIAL SCIENCE (IJEMBIS), 4(1), 135-145.









